Error Detections and Corrections

Wednesday, April 18, 2012









Error Detection

Apa yang dinamakan Error Detection ?

Berdasarkan informasi yang didapat, ada beberapa pengertian mengenai hal tersebut, yaitu :

  • Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data  berlangsung, yaitu perubahan satu atau beberapa bit dari nilai “1″ ke “0″ atau sebaliknya. contoh : parity check, BSC, CRC.
  • Kegiatan untuk memastikan bahwa data yang diterima sama dengan data yang dikirim.
  • Adalah cara untuk mendeteksi bit yang error dan usaha untuk merubah bit yang error menjadi bit yang benar.
  • Yaitu penerima mendeteksi error dan membuang PDU yang error.


Apa penyebab terjadinya Error ?

Beberapa benyebab terjadinya Error ini adalah :
Noise, baik black maupun white noise.
Sinyal elektrik yang tidak sesuai.
Disebabkan oleh kebisingan atau gangguan lain selama transmisi dari transmitter ke receiver.

Bagaimana akibatnya?

Terjadi perubahan pada data terkait, yaitu :
0 berubah menjadi 1.
1 berubah menjadi 0

Bagaimanakah teknik Error Detection ?


Ada beberapa cara terkait dengan bagaimanakah teknik Error Detection ini bekerja, yaitu :
Parity check, adalah menambahkan sebuah bit pada setiap pengiriman sejumlah bit, sehingga jumlah bit bernilai 1 selalu genap atau ganjil. Parity bit tidak dapat mendeteksi kesalahan dalam jumlah yang genap.
CRC (cyclic redundancy chek), adalah method yang umum digunakan untuk mendeteksi error . CRC beroperasi pada sebuah frame/block. Setiap block berukuran m bit yang akan dikirim akan dihitung CRC checksumnya (berukuran r bit), kemudian dikirim bersama2 dengan frame (dengan ukuran m+r bit).
Metode Echo, merupakan metode deteksi yang paling sederhana digunakan dalam sistem interaktif (yaitu bila ada operator yang memasukkan data). Operator memasukkan data melalui terminal yang kemudian mengirimkannya ke komputer. Komputer kemudian mengirimkannya kembali ke terminal dan ditampilkan pada layar. Operator dapat melihat apakah data yang dikirmkannya benar.
Metode Deteksi Error Otomatis, untuk system komputer lebih dikehendaki system yang melibatkan manusia sesedikit mungkin. Oleh karenya digunakan system yang menggunakan bit parity yaitu bit tambahan yang digunakan untuk mendeteksi kesalahan.
Terdapat 2 macam cara penambahan bit pariti yaitu :


  • Pariti ganjil (odd parity) yaitu Bit pariti yang ditambahkan supaya banyaknya bit “1” tiap karakter atau data ganjil.
  • Pariti genap (even parity) yaitu Bit parity yang ditambahkan supaya banyaknya bit “1” tiap karakter atau data genap.

Dengan bit pariti ini kita mengenal 3 macam teknik deteksi kesalahan yaitu :
Framing Check, digunakan pada tranmisi asinkron dengan adanya bit awal dan bit akhir. Data berada antara bit awal dan bit akhir. Dengan memeriksa kedua bit ini dapat diketahui apakah data di terima dengan baik. Transmisi sinkronisasi mempunyai berbagai bentuk bingkai sesuai dengan ketentuan yang dipergunakan.
Vertical Redundancy Check, Ini merupakan cara melacak kesalahan yang pertama kali diketemukan. Dengan cara ini setiap karakter yang dikirimkan (biasanya terdiri dari 7 bit) diberi tambahan 1 bit parity. Bit parity inilah yang akan diperiksa oleh penerima untuk mengetahui apakah karakter yang dikirim tersebut benar atau salah. Cara ini hanya dapat melacak kesalahan 1 bit dan karenanya hanya berguna untuk melacak kesalahan yang terjadi pada pengiriman data berkecepatan menengah, karena pada kecepatan tinggi, lebih besar kemungkinan terjadinya kesalahanbanyak bit. Ini merupakan Metode pemeriksaan kesalahan per karakter dan digunakan pada system yang berorientasi karakter misalnya terminal. Penerimaan memeriksa parity dari karakter yang diterima, bila tidak sesuai dengan ketentuan maka akan diketahui adanya kesalahan pada waktu penyaluran data. VRC mempunyai kekurangan yaitu bila ada 2 bit yang terganggu ia tidak dapat melacaknya Karena paritinya akan benar.
Longitudinal Redundancy Check, Untuk memperbaiki kemampuan VRC biasanya digunakan LRC untuk data dikirm secara blok. Di sini tidak saja per karakter diperiksa paritinya, tetapi juga secara per blok. Cara ini menyerupai cara VRC hanya saja penambahan bit parity tidak saja pada setiap akhir karakter, tetapi juga pada akhir setiap blok karakter yang dikirmkan. Untuk tiap-tiap bit dari seluruh blok karakter ditambahkan 1 bit parity termasuk juga bit parity dari masing-masing karakter. Dengan cara ini maka kesalahan lebih dari satu bit juga dapat diketemukan, sehingga kemungkinan terprosesnya data yang salah semakin dikurangi. Juga Dikenal parity genap atau parity ganjil. Teknik ini menyebabkan kecepatan pengiriman data dapat dipertinggi. Tiap blok punya satu karakter khusus yang disebut blok check karakter (BCC) yang dibentuk dari bit uji diatas. Pada waktu pengiriman BCC juga dikirm dan BBC ini dibandingkan dengan BCC yang dibangkitkan sendiri oleh penerima pada saat menerima data blok tersebut.

Error Correction

Apa yang dinamakan Error Correction ?

Proses pelacakan kesalahan selama transmisi data berlangsung.

Bagaimanakah teknik Error Correction ?

Bila dijumpai kesalahan pada data yang telah diterima, maka perlu diadakan tindakan perbaikan agar kesalahan tidak memberikan dampak yang signifikan. Metode koreksi ini diantaranya adalah :
Kirim ulang, cara ini merupakan cara yang paling simpel, yaitu bila komputer penerima menemukan kesalahan pada data yang diterima, maka selanjutnya meminta komputer pengirim untuk mengirim mengulangi pengiriman data.
Mengirim data koreksi, data yang dikirim harus ditambah dengan kode tertentu dan data duplikat. Bila penerima menjumpai kesalahan pada data yang diterima, maka perbaikan dilakukan dengan mengganti bagian yang rusak dengan data duplikat, tetapi cara ini jarang dilakukan.
Subtitusi simbol, Bila ada data yang rusak maka komputer penerima mengganti bagian itu dengan karakter lain, sepertu karakter SUB yang berupa tanda tanya terbalik. Jika pemakai menjumpai karakter ini (pada program word-prossessor), maka berarti data yang diterima telah mengalami kerusakan, selanjutnya perbaikan dilakukan sendiri.
Stop-and-Wait ARQ, Stasiun source mentransmisikan sebuah frame tunggal dan kemudian harus menunggu balasan berupa acknowledgement (ACK). Tidak ada frame yang dikirim sampai jawaban dari stasiun tujuan tiba di stasiun sumber. Ini pun merupakan salah satu metode error correction dimana blok data akan dikirim setelah ACK dari receiver diterima oleh transmitter terlebih dahulu.
Go-Back-N ARQ, adalah bentuk pengkontrolan kesalahan didasarkan atas teknik kontrol arus sliding window. Dalam metode ini, stasiun bisa mengirim deretan frame yang diurutkan berdasarkan suatu modulo bilangan. Jumlah frame balasan yang ada ditentukan oleh ukuran jendela, menggunakan teknik kontrol arus jendela penggeseran. Teknik ini juga bekerja apabila terdapat blok data yang rusak maka blok data tersebut dan selanjutnya akan dikirim ulang.
Selective Repeat, adalah apabila terdapat satu blok data yang rusak maka hanya blok data tersebut yang akan dikirim ulang.
Selective Reject ARQ, lebih efisien dibanding go-back-N ARQ, karena selective reject meminimalkan jumlah retransmisi. Dengan kata lain, receiver harus mempertahankan penyangga sebesar mungkin untuk menyimpan tempat bagi frame SREJ sampai frame yang rusak diretransmisi, serta harus memuat logika untuk diselipkan kembali frame tersebut pada urutan yang tepat.

Tujuan utama dari Error Detection dan Correction adalah :

Untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. Dengan menambahkan bit redundansi kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi atau dengan kata lain bendwitdth yang dibutuhkan jika data rate dari data aslinya diinginkan tetap. Hal ini berarti akan mengurangi efisiensi bandwidth jika kondisi SNR yang diinginkan tetap tinggi. Tetapi dengan Cannel Coding, akan dihasilkan BER (bit error rate)  yang baik pada kondisi SNR yang rendah. Inilah yang menjelaskan teori Shannon, yaitu bagaimana cara mempeperbaiki error tanpa mengorbankan bit rate yaitu dengan bekerja pada SNR yang cukup rendah tetapi BER yang dihasilkan tetap baik(kecil).

No comments:

Post a Comment

 

Search

Loading...

Popular Posts